Tak Lagi Sebagus Dulu, Catatan Chelsea Kini Buruk Jika Kante Dimainkan

Ngolo Kante
Ngolo Kante
N’golo Kante Gelandan Box-to-Box Chelsea Alami Penurunan Performa


Ngolo Kante, Pemenang Piala Dunia Bersama Timnas Prancis dianggap sebagai gelandang box-to-box terbaik di planet ini namun mengapa Chelsea harus berjuang mati-matian ketika Kante Diplot Sebagai Penyeimbang Tim ?


Setelah memenangkan gelar Liga Inggris berturut-turut, Piala Dunia, dan menjadi pemain Chelsea yang paling disegani rasanya sulit untuk bersikap kritis pada karir N’Golo Kante.

Namun sang coach Frank Lampard mungkin akan berpikir hal yang sebaliknya sekepas dikalahkan 1-0 oleh Newcastle; berpikir bahwa bersama sang pemain tidak pernah memenangkan pertandingan di liga 2 kali berturut-turut dalam 2 bulan terakhir.

Kante berjuang mengatasi cedera nya untuk pertama kalinya musim ini dalam karir profesional nya, dengan keputusan nya untuk bermain dengan penghilang rasa sakit di final Liga Eropa kemarin.

Kante memiliki cukup banyak permasalahan cedera akhir-akhir ini, sehingga memaksanya harus kehilangan kesempatan bermain dalam 14 pertandingan. Mulai dari cedera pergelangan kaki, hingga masalah hamstring yang dihadapinya.

Ketika sang pemain kembali, N’golo belum memiliki dampak yang cukup baik bersama tim sangat berbeda ketika sang pemain datang memperkuat Chelsea di awal musim. Hal tersebut juga disadari bahwa Kante harus melewatkan persiapan pra musim sehingga belum bisa membangun ritme permainan nya sendiri.

Ross Barkley, Jorginho , dan Kovacic
Ross Barkley (kiri), Jorginho (tengah), Kovacic (kanan)

Statistik menunjukan bawa Chelsea memenangkan lebih banyak pertandingan justru tanpa sang pemain. Chelsea memiliki presentase kemenangan sebesar 33.3% jika Kante dimainkan, dan 87.5% kemenangan tanpa di perkuat Juara Dunia Prancis tersebut. Jika ditarik dari semua kompetisi hasil nya sedikit lebih baik dimana dengan Kante mereka menang 36.8% dan tanpa nya 71.4% .

Melawan tim asuhan Steve Bruce, Kante menyia-nyiakan beberapa peluang yang seharusnya dapat dikonversi menjadi gol dan kehilangan karakter bermainnya yang seringkali disegani dengan kemampuan nya mematahkan serangan lawan. Dia hanya memenangkan 29.4% dari 17 kali berduel dengan lawan, mengantongi 4 pelanggaran dan menyia-nyiakan 1/5 operan .

Lampard mengikuti jejak Sarri dalam memainkan sang gelandang yang sejatinya adalah pemain pengangkut air untuk bermain lebih kedepan melihat kesuksesan sang pemain bersama pelatih-pelatih sebelumnya seperti Claudio Ranieri dan Antonio Conte.

“Hubungan antara Jorginho, Kovacic, dan Mount, mereka dengan nyaman memainkan bola mendistribusikan operan dan kemampuan mereka untuk menghadiakan umpan manja bagi pemain depan, terlebih lagi Kovacic sanggup melakukan tusukan dari link tengah. Saya pikir itu luar biasa, ungkap Lampard.

Kante masih dipercaya sebagai gelandang box-to-box terbaik saat ini dan kemungkinan akan tetap diturunkan Lampard pada lanjutan liga Inggris melawan Arsenal malam ini. Namun kritikan juga mulai bermunculan tatkala performa sang pemain yang akhir-akhir ini jauh dari harapan. Tidak menutup kemungkinan Lampard juga akan memikirkan opsi lain melihat potensi barisan gelandang yang dimiliki skuad nya saat ini.

source : goal 

Leave a Reply